Friday, February 19, 2010

Perintah Dasar di Terminal Linux

. Friday, February 19, 2010
0 comments

Berikut perintah-perintah dasar yang sering digunakan:


Login sebagai user lain:

Login sebagai user lain, misalnya pengen pake user "linda" (harus tahu passwordnya kalo user tersebut pake password):
$ su linda


Login sebagai "root" (harus tahu password root):
$ su

Login sebagai "super root" (biasanya sama dengan password root):
$ su -


Masuk dan keluar - ke/dari sebuah folder:

Misalnya saya sedang di root, pengen masuk ke folder home saya:
$ cd /home/maxx

Setelah masuk folder home, saya inginmelihat isi folder tersebut, apa saja yang ada (baik file maupun folder):
$ ls

Misalnya di folder home saya ini ada folder lagi "install":
$ cd install

Misalnya di folder home saya ini ada folder "install" dan di dalam folder itu ada folder "mplayer":
$ cd install/mplayer

Misalnya saya sekarang berada di folder "/home/maxx/install/mplayer" dan saya ingin kembali ke folder "/home/maxx":
$ cd ../..


Menginstall Program:

Masuk ke folder program yang akan diinstall, kita ambil contoh "mplayer":
$ cd /home/maxx/install/mplayer

Jalankan configure untuk pertama kalinya:
$ ./configure

Jalankan "make" untuk mengkompile:
$ make

Jalankan "make install" untuk menginstall program ke sistem (sebelum menginstall, login dulu sebagai root):
: make install

Jalankan "make uninstall" jika suatu saat ingin membuang program:
: make uninstall

Sekian dulu, nanti disambung lagi.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sunday, January 31, 2010

Check Install - Pentingkah?

. Sunday, January 31, 2010
0 comments

Untuk beberapa user yang udah mahir, mungkin tidak terlalu memerlukan software ini. Tapi, untuk newbie seperti saya yang kadang kesulitan dalam melakukan uninstall program yang dikompile dari Source Tarball, saya rasa sangat penting.

Pembuat program ini bilang, "banyak yang menanyakan bagaimana cara meng-uninstall program yang dikompilasi dari source code, dan kadang ada beberapa programmer yang tidak menyertakan script uninstall di makefilenya (walaupun jarang hal itu terjadi)". Oleh karena hal tersebutlah, kemudian beliau membuat program CheckInstall ini.


Program ini akan melakukan installasi software yang telah di:
./configure
make

Lalu, dengan hanya mengetikkan "checkinstall" (dari direktori yang sama dimana proses kompile berlangsung), secara otomatis program yang dikompile akan terinstall dan akan terbentuk file berextensi *.tgz (untuk Slackware) untuk memudahkan proses installasi di kemudian hari sehingga tidak perlu melakukan kompile ulang seandainya program tersebut akan diinstall kembali.

Download programnya di sini:
CheckInstall (TGZ file buat Slackware).

Sejatinya paket file yang bisa dihasilkan oleh CheckInstall berupa: .rpm, .deb, dan .tgz tergantung keinginan kita maunya yang mana.

Note:
Saya pake CheckInstall hanya untuk applikasi yang tidak ada SlackBuild scriptnya.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Wednesday, January 27, 2010

Kaffeine H.264 Error Solution

. Wednesday, January 27, 2010
0 comments


Beberapa hari yang lalu dipusingkan oleh errornya Kaffeine ketika saya tuning ke channel tv satelit yang berformat MPEG4 (sebut saja B4U Music India di Asiasat 3). Padahal hampir saja saya berpaling dari Slackware gara-gara hal ini dan memutuskan pengen nginstall ulang Ubuntu ME 8.04 yang secara default tidak bermasalah sama sekali untuk membuka channel tersebut.

Setelah melihat apa yang terjadi lewat Terminal, ternyata masalahnya ada di H.264 - PAFF interlacing is not implemented. Saya tidak menyerah begitu saja. Masih ada google buat saya nyari bantuan. Tidak mau kalah dengan masalah yg ada, saya langsung menuju website resmi Kaffeine, dan pergi ke forum khusus membahas Kaffeine. Dari forum situ, saya temukan solusinya yang ternyata sangat simple sekali.

Kunci utamanya ternyata ada di saat kita compile Xine-lib. Saya pikir, karena Xine dan FFMpeg tidak berada dalam satu paket Slackware, otomatis xine-lib terinstall dengan konfigurasi dari Slackware yang tidak ada hubungannya dengan FFMpeg. Saya berpikir demikian, karena solusi yang diberikan oleh admin forum kaffeine adalah:

./configure --with-external-ffmpeg

Tentunya, FFMpeg sudah diinstall terlebih dahulu dengan x264 enabled. Alhasil, sekarang udah bisa nonton channel MPEG4 yang saya inginkan. Cheers to Kaffeine!

Klik disini untuk melanjutkan »»

Install Sendiri Aplikasi Multimedia

.
0 comments

Ada banyak pilihan aplikasi pemutar file mulitmedia di Slackware. Tapi, dari kesekian yang ada, saya masih perlu menginstall lagi yang lainnya, tentunya yang butuhkan karena memang fitur yang saya perlukan tidak ada pada aplikasi yang ada. Contoh simplenya yaitu fitur dvb player yang selama ini saya adalah Kaffeine, tapi tidak terinstall secara default di Slackware.


Otomatis saya perlu melakukan installasi dengan mendownload sourcenya dari internet (tidak tersedia di DVD Slackware yang saya dapatkan sebagai bonus dari InfoLinux). Berikut beberapa aplikasi yang saya install sendiri:
- Kaffeine
- MPlayer
- VLC

Sedangkan pemutar file multimedia yang telah tersedia saat Slackware selesai diinstall di antaranya (Slackware 12.2):
- Xine 0.99.5
- Audacious
- XMMS
- Amarok
- GXine
- Noatun
- dan beberapa lainnya

Untuk itu, rujukan pertama saya adalah http://www.slackbuild.org.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Monday, January 25, 2010

Migrasi Itu Sulit

. Monday, January 25, 2010
0 comments

Seperti judul postingan ini, "Migrasi Itu Sulit". Mengapa sulit? Alasan utama saya adalah faktor psikologis. Untuk bermigrasi ke Linux sepenuhnya, bagi saya faktor ini sangat berperan penting. Bisa saja saya migrasi setahun yang lalu, tapi tetap saja kemudian saya kembali menggunakan Windows bajakan yang saya copy dari teman. Perasaan 'enteng' saja make Win copy itu membuat saya back to it tanpa merasa bersalah. Tapi, yang namanya hati nurani, tetap saja suatu saat terketuk untuk selalu mencari "jalan pulang".

Saya tidak mengatakan produk Microsoft Windows itu jelek, bahkan saya salut karena Microsoft bisa melayani user dari segala penjuru dunia untuk memakai produknya. Hehehe, kalau Windows bagus mengapa kok saya gak pake dan malah bermigrasi ke Linux? Kembali lagi ke alinea satu, faktor psikologis.

Sejak punya PC, OS yang saya pake adalah Windows. Tapi sayangnya, untuk mendapatkan Windows yang genuine dan software-software pendukungnya saya malah kesulitan. Yup, saya belum pernah melihat Windows Asli selama 10 tahun menggunakan Windows. Bahkan yang ada di sekolahan pun saya tidak tau apakah itu asli atau copy.

Jangan tanya berapa banyak software yang saya pake dengan full version lewat keygen, serial, dan crack yang bisa dicari dengan sangat mudah. Ketikkan saja di mesin pencari kesayangan anda, you'll get it right! Akhirnya suatu saat kepikiran juga tentang FOSS dan konsep-konsep yang ditawarkan oleh produk berlabel FOSS. Dengan memantapkan diri, akhirnya saya berhasil mencari apa yang saya harapkan dari sebuah "linux", dan semua itu tentunya gratis dan bebas.

Tunggu dulu, Free Open Source tidak selalu dimaknai gratis lho! Free di sini lebih mengarah ke Freedom (kebebasan). Our freedom! My freedom comes to me in the early of 2010. I can fully use the Linux I want without turning back to Windows anymore.

One of my dream on FOSS world is "If only I could make FOSS enter the government building". Andai saja saya bisa merobah OS dan pernak pernik softwarenya di kantor dengan Linux juga. Saya tidak tau IGOS sampe di mana saat ini.

Untuk alasan lain, mungkin lebih ke "tantangan" saja. Saya suka hal-hal baru, Linux walaupun sudah saya kenal sejak 2006, tetap saja ia baru buat saya. Kalau tantangan membasmi virus rasanya sudahlah, udah cape' ngurusin virus, ntar kapan mau belajar yang lainnya kalo ngurusin virus mulu. Saatnya berexplorasi lebih dalam, lebih jauh ke dunia penguin.

That's my world! Anda tidak harus sama dengan saya! Jika anda menyukai produk Microsoft dan masih enjoy makenya, tidak ada alasan buat anda untuk migrasi, that's your world. Saya sama sekali tidak ingin mengajak atau mempengaruhi jiwa anda untuk beralih menggunakan Linux, because for me it's just about a psycological issue.

Klik disini untuk melanjutkan »»
 

Recent Comments

Popular Posts

TRANSLATE THIS BLOG

© Copyright 2008 - 2009 to Budiarno | Powered by Blogger with Original Template by O-OM Dot Com and Modified by Budiarno